PMK Cek Alat Pemadam
Jawa Pos - Radar Malang, Sabtu 28 September 2006
Minta Masyarakat Waspada Api di Musim Kemarau
MALANG - Memasuki penghujung kemarau tak membuat PMK Kota Malang berhenti melakukan tindakan preventif mencegah kebakaran. Fokus perhatian kali ini adalah melakukan pembinaan terhadap pemilik bangunan yang menggunakan APAR (alat pemadam api ringan).
"Sudah semakin banyak bangunan di Kota Malang yang melengkapi diri dengan APAR. Maka dari itu kami terus melakukan pengawasan dan pembinaan agar APAR bisa berfungsi ketika dibutuhkan. Jangan sampai pas kebakaran, APAR-nya macet," kata Didik Hariadi, kepala UPTD Pemadam Kebakaran Kota Malang, kemarin.
Sebelumnya, fokus perhatian PMK adalah menggelar pelatihan penanggulangan kebakaran di kecamatan. Kemampuan penghuni gedung-gedung pemerintah terhadap upaya penanggulangan kebakaran masih sangat minim.
Diterangkan Didik, ada lima jenis APAR. Yakni berisi air, busa (foam), tepung (powder), halon, dan karbondioksida. Setiap jenis dan ukuran APAR mempunyai kegunaan yang berbeda-beda. Misalnya alat pemadam tabung berisi powder berukuran 6 kilogram untuk bangunan-bangunan yang berukuran sedang.
"Selain APAR, juga bisa disiapkan karung goni ketika sewaktu-waktu dibutuhkan. Tinggal dibasahi air," kata Didik saat memberikan pelatihan di Kecamatan Blimbing.
Yang penting lagi adalah APAR harus diletakkan pada posisi yang mudah dijangkau, berwarna merah dan jarak satu dengan lainnya tidak lebih dari 15 meter. "Untuk APAR jenis serbuk, juga jangan ditempatkan di lokasi yang lembab," tandasnya.
Bagaimana penanggulangan kebakaran warga perkampungan? Didik menjelaskan, masyarakat harus melatih respons terhadap kebakaran. Mereka harus cepat bekerja sama dengan anggota masyarakat lainnya.
Perlengkapan minimal juga harus dipunyai warga. Perlengkapan itu antara lain karung goni, ember, sapu lidi, suplai air, dan alat pemotong. Lebih baik lagi apabila mempunyai alat pemadam kebakaran berbentuk serbuk atau foam. "Alat pemotong itu untuk melokalisir bangunan di sekitarnya. Sehingga api tidak sampai merambat," katanya.
Kemarau tahun ini, kebakaran telah beberapa kali terjadi di Kepanjen, Batu, Sukun, Jl Basuki Rahmad, dan Lawang. Rata-rata penyebab bangunan itu hangus dilalap api karena hubungan pendek arus listrik. (yos)
0 Comments:
Post a Comment
<< Home