Banyak cara menghabiskan waktu menunggu buka puasa. Tidak hanya dengan berdiam diri di masjid dan musala, ngabuburit di tempat-tempat strategis kota, atau berdiam diri di rumah saja. Tapi juga bisa dilakukan di perpustakaan Kota Malang. Bagaimana suasananya?
Neny Fitrin, Malang
Kemarin siang sekitar pukul 13.00, perpustakaan umum Kota Malang tampak ramai. Mayoritas dari pengunjung tersebut adalah siswa-siswi kota ini. Selain jadwal pulang pulang sekolah sudah tiba, ada beberapa siswa yang ditugaskan oleh sekolahan mencari literatur tambahan. Tapi, lain halnya yang tersaji empat hari pertama Ramadan.
Jumlah pengunjung dari jajaran siswa-siswi SD, SMP, SMA, bahkan mahasiswa melonjak drastis. Bahkan, sebagian harus rela berdesak-desakkan duduk di atas karpet yang disediakan hanya untuk "membunuh" waktu di perpustakaan yang ada di sudut jalan Ijen.
Uniknya, mereka tidak hanya memanfaatkan waktu untuk menghabiskan materi-materi yang disajikan dari koleksi-koleksi buku yang disediakan. Tapi juga melahap beragam buku-buku sejarah, buku umum, buku cerita, bahkan komik. "Mau pulang masih males Mbak, jadi ke sini saja. Selain dapat bacaan gratis yang menarik, temannya juga banyak," ungkap Ita, salah satu siswi SMP negeri kota ini.
Kebiasaan menghabiskan waktu di perpustakaan kota tersebut dilakukannya sejak Ramadan tiba Minggu lalu. Namun, bukan berarti sebelumnya gadis manis yang masih duduk di kelas II tersebut tidak pernah datang ke tempat itu. Hanya saja, semenjak Ramadan tiba, dia selalu menghabiskan waktu sampai sore hari. Baru, sekitar pukul 16.00 dia baru pulang ke rumah untuk membantu sang ibu menyiapkan santapan buka puasa. "Komik-komiknya juga bagus. Saya jadi betah," tandas dia.
Tak hanya Ita yang mengungkapkan seperti itu. Sebagian besar pengunjung perpusda yang mayoritas anak-anak berseragam putih abu-abu dan putih biru juga sependapat dengannya. Sebagian mengungkapkan, walaupun hampir seharian berada di perpus, tapi bukan berarti harus membaca buku-buku pengetahuan. Buku-buku lain yang sifatnya menghibur pun tetap halal dibaca. Tapi, seseorang harus pintar-pintar memilih buku. Diusahakan, buku-buku cerita yang tidak masuk kategori usia anak sekolahan dikesampingkan. "Intinya, Ramadan adalah bulan yang dianjurkan untuk memperbanyak ibadah. Jadi, kalau bisa berusaha tidak menghilangkan esensi ibadah. Bagi saya, dengan membaca buku pengetahuan juga ibadah," kata Dwi, siswi yang lain.
Bisa ditebak, walaupun awalnya hanya berniat menghabiskan waktu senggang selama puasa, namun tanggapan positif mengalir dari para orang tua murid. Ny Ani, misalnya, ibu rumah tangga yang kebetulan kemarin juga menemani sang anak berada di perpusda mengungkapkan, hal itu cukup bagus. Artinya, meski bacaan yang dipilih masih berupa buku-buku cerita dan komik, namun hal itu merupakan salah satu langkah bagus menanamkan budaya baca anak. Apalagi, bacaan yang disajikan di perpustakaan miliki pemda tersebut tentu saja telah diseleksi dengan ketat. Termasuk, buku apa saja yang cocok untuk anak-anak usia sekolah. "Selama anak-anak menyalurkan hobi ke arah positif, bagi saya tidak masalah. Tidak apa-apa juga mereka membaca komik, apalagi setelah penat dengan pelajaran sekolah. Yang penting, jangan lupa tarawih dan tadarus," beber ibu dua anak ini.
Dengan begitu, momen Ramadan yang berlangsung satu bulan penuh ini tidak akan kehilangan makna. Bagaimana pun juga, inilah waktu yang tepat memperbanyak amal dan ibadah. Sedangkan anak-anak adalah aset yang harus dipupuk dengan pengetahuan agama agar nantinya tidak lupa dengan berbagai ajaran dan amalan yang diajarkan di sekolah atau tempat lainnya.
Jemianto, Kepala perpustakaan Kota Malang sendiri mengungkapkan, sejak awal Ramadan hingga kemarin jumlah pengunjung perpusda memang melonjak drastis. Saking banyaknya, beberapa staf harus menambah koleksi buku yang ada. Terutama, buku-buku tentang pengetahuan agama. Beberapa tempat juga disetting lebih rileks dari biasanya. Pengunjung dibuat senyaman mungkin untuk membaca. Bisa sambil duduk, bisa juga lesahan di atas karpet. "Terserah pengunjung mau apa. Untuk sementara ini belum ada program khusus menyambut Ramadan. Kegiatan yang berlangsung masih seperti hari-hari biasa. Tapi, tidak menutup kemungkinan hari yang akan datang dibentang kegiatan khusus Ramadan. Seperti bedah buku keagamaan dan lainnya," ujarnya. (*)
0 Comments:
Post a Comment
<< Home