Hari Minggu Jl Ijen Ditutup Total
Jawa Pos - Radar Malang, Jumat 29 September 2006
MALANG - Keluhan masyarakat soal terganggunya aktivitas olah raga ringan (jogging) dan jalan kaki karena pembangunan kawasan Malang Olimpic Garden (MOG) mendapat tanggapan dari pemkot. Kemarin, pemerintahan pimpinan Wali Kota Peni Suparto itu telah menentukan alternatif lokasi untuk jogging dan senam.
Peni menunjuk kawasan Jl Ijen Boulevard sebagai lokasi pengganti sementara untuk menampung keinginan warga berolah raga ringan. Setiap hari Minggu pagi pukul 05.00-10.00, kawasan tersebut tertutup untuk semua jenis kendaraan. Baik kendaraan bermotor, sepeda angin, dokar, maupun becak.
"Kawasan tersebut hanya untuk pejalan kaki. Semua kendaraan harus diparkir. Tujuannya memang untuk lokasi jalan kaki dan olah raga pagi," kata Peni di balai kota.
Penutupan hanya diberlakukan hari Minggu saja. Di hari lainnya, kawasan Jl Ijen Boulevard tetap buka seperti biasanya. Kendaraan bisa lewat dengan bebas di luar Hari Minggu. Dishub diminta untuk membuat kajian untuk pengalihan arus, lokasi parkir, dan titik-titik yang diblokir.
Untuk legalitasnya, Peni mengaku bakal menerbitkan perwakot tentang penutupan Jl Ijen Boulevard. Sampai kapan waktunya belum ditentukan. "Ini kan pendahuluan saja. Kalau seterusnya memang harus dengan perda," katanya.
Sementara, Kabag Humas Pait Al Wiyono mengatakan, seyogyanya memang harus ada alternatif lokasi jogging ketika ada aktivitas pembangunan di MOG. Jl Ijen Boulevard dinilai lebih dekat dan mendukung kawasan Pasar Tugu (Sabtu-Minggu). Selain itu, untuk jalan kaki dan lari-lari kecil, dua jalur di Jl Ijen Boulevard sangat memadai. "Memang kan pas lokasi itu," ucap Pait.
Jika Jl Ijen Boulevard ditutup , maka arus dari Jl Bandung akan diteruskan ke Oro-Oro Dowo. Sedang, Jl Semeru sementara tidak difungsikan. Sementara, arus dari timur ke barat akan dibuang semua melalui Jl Kawi. Arus tersebut logikanya terpecah di sekitar Pulosari.
Pemberlakukan pemblokiran jalan direncanakan mulai minggu depan Namun sampai kemarin Dishub belum memutuskan titik-titik pengalihan jalur. Kadishub Husni Ali menandaskan, dishub masih membutuhkan waktu untuk membuat kajian, sosialisasi, dan pengaturan personel. "Di atas tadi, gambaran umumnya saja. Detailnya belum," kata Husni.
Dengan interval waktu penutupan lima jam tersebut, dia optimistis tidak memunculkan kemacetan yang serius. Apalagi, hari Minggu pagi lalu lintas tidak seramai hari-hari kerja. "Namun semuanya harus dikaji teliti. Minggu depan harus sudah siap," kata Husni usai rapat koordinasi. (yos)
0 Comments:
Post a Comment
<< Home