All About Grand Final Copa Indonesia 2006(detik.com)
Ribuan Aremania Serbu Sidoarjo
Budi Hartadi - detikSport
Malang - Ribuan Aremania Sabtu (16/9/2006) siang ini berangkat menuju GOR Delta Sidoarjo, Jawa Timur, guna mendukung tim kebanggaannya berlaga di final Copa Dji Sam Soe Indonesia 2006.
Keberangkatan mereka mendapatkan perhatian khusus dari aparat. Dengan dikawal ratusan petugas kepolisian dari Polresta Malang dan Polwil Malang, para Aremania menuju Sidoarjo dengan menggunakan 50 Bus, puluhan mobil pribadi dan ratusan sepeda motor.
Keberangkatan para suporter setia Arema Malang ini dilepas langsung oleh Kapolwil Malang, Kombes (Pol) M. Amin dari depan stasiun Kota Baru Malang.
Sebelum melepas kepergian para Aremania, kalpolwil meminta agar para suporter
dapat menjaga nama baik Aremania dan Kota Malang selama berada di Sidoarjo.
"Kalian harus jaga nama baik Aremania dan Kota Malang. jangan sampai ada aksi
anarkis selama berada di Sidoarjo nanti," Kata Kapolwil Malang.
Tepat pukul 14.00 WIB, ribuan Aremania meninggalkan Kota Malang dengan mendapat sambutan meriah dari para warga yang berjajar dipinggir jalan dan melepas keberangkatan para Aremania.
Dalam perjalanan menuju Sidoarjo, para suporter setia Arema Malang ini mengibar
bendera lambang kebesaran Arema dan disertai lagu-lagu khas Aremania. (bdh/)
Arema Pertahankan Gelar Juara
Mohammad Yanuar Firdaus - detikSport
Sidoarjo - Arema Malang sukses mempertahankan gelar Copa Dji Sam Soe Indonesia setelah mengalahkan Persipura Jayapura pada final hari Sabtu (17/9/2006) malam di Sidoarjo, Jawa Timur.
Bermain di depan puluhan ribu suporter fanatiknya -- terkenal dengan sebutan Aremania -- klub berjuluk "Singo Edan" itu mengungguli tim dari kawasan Indonesia timur itu dengan skor 2-0 di Stadion Deltra.
Ini berarti Arema berhasil mempertahankan gelar yang juga diraihnya musim lalu, ketika menundukkan Persija Jakarta dalam pertandingan final yang digelar di Jakarta.
Atas sukses tersebut tim asuhan Benny Dollo itu berhak pula memperoleh hadiah uang sebesar Rp 1,5 miliar dan "bonus" Rp 500 juta untuk mempersiapkan diri dan mengikuti Liga Champions Asia.
Sementara Persipura, juara Liga Indonesia 2005, mengantongi Rp 750 juta selaku runner up. Persija, yang mengalahkan PSMS Medan 2-0 di partai playoff, mendapatkan Rp 350 juta sebagai juara tiga. Tim ibukota berjulukan "Macan Kemayoran" ini juga terpilih sebagai tim fair play.
Selain predikat juara, Arema juga makin berkibar dengan terpilihnya dua pemain mereka, yakni Aris Budi Prasetyo dan Emalue Serge, sebagai pemain terbaik dan topskor. Aris adalah salah satu pencetak gol di babak final, dan Serge mendulang total sembilan gol. Aremania juga dinobatkan sebagai suporter terbaik.
Pertandingan kedua kesebelasan berjalan relatif seimbang. Terjadi pertarungan cukup ketat di lapangan tengah. Arema sedikit lebih sering menyerang di babak pertama, tapi Persipura selalu dapat meredamnya.
Gol pemecah kebuntuan datang di menit kelima babak kedua setelah bek Persipura Mauly Lessi handsball di kotak 16 meter saat mencoba menghalau umpan silang seorang pemain Arema. Aris yang ditunjuk sebagai algojo penalti tidak menyia-nyiakan peluang tersebut dan mencetak gol pertama buat Arema.
Selang delapan menit gol kembali bersarang di jala Jendri Pitoy, kiper Persipura. Menyusul kegagalan Jendri menangkap bola di udara karena dibayang-bayangi Aris, bola jatuh ke arah Anthony Jomma Ballah, yang dengan sempurna menyambar bola dan mengubah kedudukan menjadi 2-0.
(ian/a2s)
Aris Budi-Serge Bahagia
Mohammad Yanuar Firdaus - detikSport
Sidoarjo - Tidak salah jika dua pemain Arema Malang, Aris Budi dan Emaleu Serge, memiliki berbahagia malam ini. Tidak salah pula jika wajah keduanya lebih sumringah dari pemain lainnya.
Kedua pemain ini menerima dua gelar di ajang puncak final Copa Indonesia 2006. Aris Budi didaulat sebagai pemain terbaik, sementara Serge sebagai topskor dengan sembilan gol.
Alasan Serge bahagia tentunya karena bisa memperbaiki prestasinya tahun lalu di mana ia hanya menjadi topskor nomor dua.
"Saya senang sekali bisa menjadi topskor dan bisa membawa Arema juara. Selain itu tahun lalu saya hanya topskor kedua, tapi tahun ini pertama. Mungkin tahun depan saya topskor ke-nol," tukasnya.
"Arema juga dapat semua (penghargaan). Topskor, juara, best player dan best suporter, itu bagus. Saya senang karenanya," tuturnya lagi dengan bahasa Indonesia terbata-bata.
Sementara Aris Budi, yang bakal menunaikan ibadah haji tahun ini, juga setali tiga uang. Khusus untuk bek tengah Arema ini, ia mengatakan cukup berbahagia karena bisa meraih penghargaan di usia yang cukup tua, yaitu 31 tahun.
Aris Budi juga berharap bisa terus bersama Arema dan membawa 'Singo Edan' kembali menjadi juara lagi. (ian/)
Bendol Was-was, Tapi Nyali Tidak Ciut
Mohammad Yanuar Firdaus - detikSport
Sidoarjo - Menjadi juara Copa Indonesia mengantarkan Arema Malang meraih tiket ke Liga Champions Asia. Pelatih 'Singo Edan' Benny Dollo mengaku nyali mereka tidak ciut meskipun sedikit was-was.
Diungkapkan Bendol -- panggilan Benny Dollo -- kekhawatiran dirinya tidak terlepas dengan calon lawan yang mereka hadapi di babak penyisihan grup nanti yang merupakan raksasa-raksasa Asia.
"Terus terang saya was-was. Kita akan berhadapan dengan raksasa-raksasa Asia, tapi hal itu tidak membuat nyali saya ciut," ungkap Bendol kepada wartawan di ruang pers Stadion Gelora Delta, Sidoarjo, Sabtu (16/9/2006).
Meski demikian Bendol tetap memiliki resep untuk meraih kesuksesan jika berlaga di LCA 2007 nanti. "Yang pasti pemain harus memiliki mental juara dan kerja keras karena tanpa kerja keras semuanya itu tidak bisa diraih," tambahnya.
Mengenai 'trauma' tahun lalu, saat gagal berlaga di LCA karena kesalahan pengurus PSSI, Bendol berharap kejadian tersebut hanya terjadi satu kali saja.
Sedangkan untuk kemenangan ini, Bendol mengaku sangat bersyukur pada Tuhan karena telah memberikan berkat kepada Arema.
"Empat tropi yang tersedia kita ambil semua, termasuk untuk suporter terbaik. Selain itu kerja keras kita juga membuahkan hasil. Kita punya mental juara. Itu kunci keberhasilan kita," katanya. (ian/)
Aremania Birukan Malang
Budi Hartadi - detikSport
(Detiksport/Budi Hartadi)
Malang - Keberhasilan Arema mempertahankan Copa Dji Sam Soe Indonesia disambut sangat meriah oleh puluhan ribu Aremania dan warga Malang. Mereka membirukan seluruh ruas jalan menuju Kota Malang, Minggu (17/9/2006).
Sambutan yang sangat meriah, sudah terasa sejak kedatangan pasukan "Singo Edan" memasuki perbatasan Kabupaten Malang. Puluhan ribu suporter dengan menggunakan sepeda motor dan mobil pribadi telah menunggu untuk mengarak Putu Gede dkk lainnya menuju ke Balai Kota Malang.
Di sepanjang jalan yang dilalui mereka dielu-elukan oleh masyarakat yang telah menanti kedatangan anak asuh Benny Dollo. Bendera identias Arema juga dikibar-kibarkan dan lagu-lagu khas Aremania didendangkan tak henti-hentinya.
Deretan sepeda motor dan mobil yang ikut berkonvoi sepanjang sekitar 5 Kilometer ini, sempat mengakibatkan kemacetan lalu lintas di ruas jalan masuk Malang.
Sementara dari mobil bak terbuka yang mengangkut para pemain, bintang-bintang seperti Emaleu Sergi, Franco Hita, atau maupun Erol FX Iba secara bergantian memegang Piala Copa sambil sesekali menciumnya.
Sesampai di Balai Kota Malang, rombongan Arema disambut walikota Malang, Peni Suprapto, beserta penjabat lainnya untuk bersama-sama dengan suporter lainnya merayakan kemenangan tim kebanggaan warga Kota Apel itu.
Dalam sambutannya walikota mengingatkan bahwa stadion Gajayana yang saat ini sedang direnovasi dipastikan akan selesai pada waktunya, yakni akhir Desember tahun depan, sehingga bisa dipakai lagi untuk menjamu tetamu Arema sejak tahun baru. Hasil renovasi stadion ini salah satunya bisa menampung penonton hingga 30 ribu penonton.
Setelah mendapatkan ucapan selamat dari walikota, rombongan melanjutkan berkonvoi keliling kota dan membirukan sepanjang jalan yang dilalui oleh puluhan ribu Aremania yang masih larut oleh kemenangan dan berakhir di mess Arema di Taman Sengkaling. (bdh/)
Arema Ditinggal Bintangnya?
Mohammad Yanuar Firdaus - detikSport
www.bentoel-arema.com
Malang - Sudah menjadi tradisi di sepakbola Indonesia jika pemain dari tim juara selalu diminati tim-tim lain. Begitu pula dengan Arema Malang. Tidak sedikit tim lain meminati Aris Budi cs. Hengkangkah mereka?
Jika ditanya pada Aris Budi Prasetyo, pemain terbaik laga final Copa Indonesia 2006, ia membantahnya. Aris Budi lebih memilih Arema meski ada tawaran dari tim lain masuk ke manajemen 'Singo Edan'.
"Saya masih berharap bisa bertahan di Arema. Saya ingin membawa Arema lebih baik lagi, jika mungkin mencatat hattrick Copa," ungkapnya saat ditemui Detiksport.
Kabarnya Aris Budi diminati oleh Persija Jakarta, tim bergelimang uang. Bukan hanya Aris Budi, Emaleu Serge juga menjadi incaran tim 'Macan Kemayoran' untuk perburuan musim depan.
Selain Aris Budi dan Serge, pemain lain seperti Erol FX Iba, Sunar Sulaiman, Kurnia Sandy, Joao Carlos juga dilirik oleh tim-tim kuat Indonesia. Namun hampir semua pemain itu mengaku lebih ingin bertahan di Malang bersama Arema.
Erol Iba diincar Sriwijaya FC, Sunar dan Kurnia Sandy didekati PSM Makassar, sementara Joao Carlos dilirik Persmin Minahasa. Masih ada beberapa pemain lain yang sudah masuk daftar incaran klub lain.
Erol FX Iba malah mengeluarkan syarat jika memutuskan pergi dari Arema. "Kalau pelatih Arema baru, lebih baik saya mencari suasana baru. Kecuali jika pak Benny (Dollo, pelatih Arema) tetap di Arema, saya akan lebih suka bertahan," seloroh Erol FX Iba seperti dikutip situs resmi Arema.
(ian/)
0 Comments:
Post a Comment
<< Home