Benny Tetap di Arema
Jawa Pos, Rabu 20 September 2006MALANG - Benny Dolo tidak perlu repot mencari klub untuk musim depan setelah masa kontraknya di Arema habis akhir Oktober nanti. Sebab, manajemen Arema berniat untuk mempertahankan pelatih yang telah memberikan tiga gelar untuk Arema itu.
Secara lisan, manajemen klub berjuluk Singo Edan ini telah berbicara dengan Benny tentang masa depannya usai partai final copa di Sidoarjo Sabtu lalu. Ketua Yayasan Arema Darjoto Setiawan sendiri meminta kepada mantan pelatih timnas tersebut untuk segera mempersiapkan tim tahun depan dan persiapan menuju Liga Champions Asia (LCA). "Secara prinsip, kami ingin mempertahankan Benny. Keputusan manajemen itu atas apresiasi keberhasilannya selama ini," ujar Satrija Budi Wibawa, manajer Arema, di kantornya kemarin.
Niat manajemen ini sekaligus mementahkan banyak rumor yang beredar bahwa nama Subangkit (pelatih Persekabpas) sudah masuk kantong manajemen untuk menggantikan Benny. Satrija sendiri enggan menanggapi rumor yang cukup lama berkembang itu.
Beragam pertimbangan digunakan manajemen kenapa ngebet untuk mempertahankan Benny musim depan. Salah satunya adalah sikap profesionalisme yang selama ini ditunjukkan mantan pemain POP Jakarta itu. Profesionalisme tidak hanya dalam artian profesionalisme kerja, tapi juga profesionalitas dalam hubungannya dengan manajemen. Penempatan posisi antara pelatih dan manajemen sudah cukup proporsional. Pendek kata, manajemen sudah merasa cocok dengan keberadaan Benny di Arema. "Tapi semua kembali pada yang bersangkutan (Benny). Tapi secara lisan, Benny sudah mengiyakan kala bicara dengan Pak Darjoto," jelas mantan humas PT Bentoel Prima ini.
Kesuksesan membawa tim juara tiga kali berturut-turut (juara divisi I dan dua kali juara copa) bukan prestasi sembarangan. Tidak pernah terjadi dalam sejarah sepak bola nasional, ada pelatih yang menuai prestasi gemerlap seperti Benny. Hasil ini, lanjut Satrija, menunjukkan bahwa kualitas kepelatihan Benny tidak perlu diragukan lagi.
Selama tiga tahun membesut Arema, Benny selalu berhasil mempersembahkan gelar juara. Awal kedatangannya tahun 2004, ketika Arema tampil di divisi satu, Benny sukses membawa pulang juara sekaligus mengangkat Arema ke divisi utama. Tahun 2005, meski gagal di babak delapan besar Ligina, Benny menebusnya dengan meraih juara copa. Prestasi yang sama diberikan tahun ini. Kandas di delapan besar Ligina, Benny merebut juara copa. (abm)
0 Comments:
Post a Comment
<< Home