Friday, September 22, 2006

Wali Kota Bantu Klenteng Rp 50 Juta

Jawa Pos, Senin 18 September 2006

BATU - Wali Kota Batu Imam Kabul memberikan bantuan untuk pembangunan Klenteng Kwam Im Tong Kota Batu. Bantuan senilai Rp 50 juta itu diserahkan langsung oleh Kabul dengan datang langsung ke klenteng tersebut kemarin. Kedatangan Kabul langsung disambut sejumlah tokoh pemeluk agama tersebut.

Kabul mengatakan, bantuan yang diberikan untuk pembangunan tempat ibadah memang sudah disediakan. Tidak ada pembedaan antara tempat ibadah pemeluk agama yang berbeda. "Semuanya kami perlakukan sama," kata Kabul. Dia juga mengatakan, sebagai seorang bapak, tidak boleh membeda-bedakan anaknya. Artinya seorang wali kota dia tidak membedakan warganya.

Sementara itu, salah satu pengelola klenteng Kamardin So No mengatakan, saat ini dana yang telah tersedia untuk pembangunan klenteng terkumpul Rp 445 juta. Jika ditambah bantuan dari wali kota tersebut jumlahnya mencapai Rp 495 juta. So No mengaku sangat gembira dengan bantuan dari wali kota ini. Sebagai pemeluk agama yang minoritas dia juga merasa diperhatikan oleh pemkot. "Kami sangat berterima kasih kepada wali kota," katanya.

Dia menceritakan, klenteng Kwan Im Tong dikelola oleh Yayasan Avaloki. Dengan tiga orang Ketua, yaitu Kamardin So No, Yan Budianto dan Yopi. Kwam Im Tong ini berdiri 40 tahun lalu dan sampai saat ini baru satu kali direnovasi. "Sebetulnya dahulu tempat ini bukanlah asli Klenteng, melainkan sebuah rumah yang dalam istilah Arab-nya diwakafkan. Begitu pun juga tempat ini," jelasnya.

Biasanya, setiap bulan sekali, jemaat banyak yang datang dan beribadah di tempat ini. Di sini ada jemaat aktif dan jemaat tidak aktif. "Mungkin hanya sekitar 40 orang jemaat yang aktif," ujar Kamardin So No, salah satu ketua.

Ditambahkan, penyelesaian pembangunan klenteng ini bakal memakan waktu sekitar dua bulan. Tetapi diharapkan renovasi ini selesai lebih cepat. Selain Klenteng, kemarin Kabul juga memberikan bantuan yang sama kepada masjid Al Ustman. Masjid yang kini masih belum bisa digunakan tersebut mendapat bantuan Rp 50 juta. (lid)

0 Comments:

Post a Comment

<< Home