MATERI kunjungan Menakertrans hari ini, selain masalah tenaga kerja, TKI, juga terkait mobilitas penduduk atau transmigrasi. Menurut Kabid Mobilitas Penduduk DTKMP, Moedjiono, transmigrasi asal Kabupaten Malang, sebenarnya sudah sukses. Hal ini, terlihat banyaknya penduduk kabupaten yang mengikuti program transmigrasi ke luar provinsi di luar Pulau Jawa ini. "Transmigrasi ini sedikit mengalami kendala, karena terbatasnya kesempatan untuk transmigrasi. Itu sebabnya warga yang ingin transmigrasi, harus menunda terlebih dulu," ujar Moedji, kemarin.
Menurut Moedji, dalam program transmigrasi ini DTKMP Kabupaten Malang, mendapat bantuan dari program pemerintah pusat. Program ini bertajuk, pemberdayaan masyarakat (Resettlement). Program tersebut berupa bantuan mesin untuk masyarakat transmigran di Kabupaten Malang.
Moedji menyebutkan, bantuan ini seperti mesin stonecrasher (pemecah batu) ke Desa Ringin Anom, Poncokusumo, Desa Purwoharjo, Ampelgading. Bantuan mesin mollen sejumlah 2 unit diberikan kepada warga Desa Sidorenggo, Ampelgading. Mesin multiguna jumlah 2 unit ke warga Desa Wirotaman, Ampelgading, serta 1 unit ke warga Sidorenggo, Ampelgading. Sedangkan 2 unit mesin pemecah kopi kering dan kopi basah, diberikan kepada warga Desa Mulyoasri dan warga Desa Tirtomarto, Amnpelgading. "Kami berharap, bantuan mesin ini, bisa berguna bagi masyarakat yang berada di desa penerima bantuan," katanya.
Moedji melanjutkan, untuk para pengungsi asal NAD (Nagroe Aceh Darusalam), DTKMP mengusulkan dana bantuan dari pusat untuk 75 KK (kepala keluarga). Usulan ini, termasuk rencana pemberangkatan transmigran tahun 2006 ke Kabupaten Sluma, Provinsi Bengkulu, sebanyak 15 KK. Selain itu, rencana transmigrasi 10 KK ke Kabupaten Halmahera, Maluku Utara. "Semua program ini, merupakan keberhasilan DTKMP dalam mendukung program mobilitas penduduk pemerintah pusat," akunya. (yak/gus)
MATERI kunjungan Menakertrans hari ini, selain masalah tenaga kerja, TKI, juga terkait mobilitas penduduk atau transmigrasi. Menurut Kabid Mobilitas Penduduk DTKMP, Moedjiono, transmigrasi asal Kabupaten Malang, sebenarnya sudah sukses. Hal ini, terlihat banyaknya penduduk kabupaten yang mengikuti program transmigrasi ke luar provinsi di luar Pulau Jawa ini. "Transmigrasi ini sedikit mengalami kendala, karena terbatasnya kesempatan untuk transmigrasi. Itu sebabnya warga yang ingin transmigrasi, harus menunda terlebih dulu," ujar Moedji, kemarin.
Menurut Moedji, dalam program transmigrasi ini DTKMP Kabupaten Malang, mendapat bantuan dari program pemerintah pusat. Program ini bertajuk, pemberdayaan masyarakat (Resettlement). Program tersebut berupa bantuan mesin untuk masyarakat transmigran di Kabupaten Malang.
Moedji menyebutkan, bantuan ini seperti mesin stonecrasher (pemecah batu) ke Desa Ringin Anom, Poncokusumo, Desa Purwoharjo, Ampelgading. Bantuan mesin mollen sejumlah 2 unit diberikan kepada warga Desa Sidorenggo, Ampelgading. Mesin multiguna jumlah 2 unit ke warga Desa Wirotaman, Ampelgading, serta 1 unit ke warga Sidorenggo, Ampelgading. Sedangkan 2 unit mesin pemecah kopi kering dan kopi basah, diberikan kepada warga Desa Mulyoasri dan warga Desa Tirtomarto, Amnpelgading. "Kami berharap, bantuan mesin ini, bisa berguna bagi masyarakat yang berada di desa penerima bantuan," katanya.
Moedji melanjutkan, untuk para pengungsi asal NAD (Nagroe Aceh Darusalam), DTKMP mengusulkan dana bantuan dari pusat untuk 75 KK (kepala keluarga). Usulan ini, termasuk rencana pemberangkatan transmigran tahun 2006 ke Kabupaten Sluma, Provinsi Bengkulu, sebanyak 15 KK. Selain itu, rencana transmigrasi 10 KK ke Kabupaten Halmahera, Maluku Utara. "Semua program ini, merupakan keberhasilan DTKMP dalam mendukung program mobilitas penduduk pemerintah pusat," akunya. (yak/gus)
0 Comments:
Post a Comment
<< Home